Kamis, 28 Juli 2016
Kamis, 14 Juli 2016
Ciri-Ciri Pecandu Sabu
1)
Memiliki perilaku antisosial dan maladaptif (tidak memiliki kemampuan untuk
cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar) sehingga cenderung terlibat dalam
peristiwa perkelahian, mengalami gangguan dalam menilai kenyataan, dan juga
terganggu dalam kehidupan sosial dan pekerjaannya.
2)
Mengalami gangguan waham (delusi) dengan beberapa gejala berikut:
a)
Waham kejaran
Ketakutan
yang irrasional (paranoid) sehingga ia cenderung merasa terancam karena merasa
dikejar-kejar oleh orang yang memiliki keinginan untuk mencelakakan dirinya.
Jumat, 01 Juli 2016
Keseruan Menjelang Berbuka di Lampu Merah Kebon Nanas




rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id - Siang
itu begitu berbeda di Pondopo Madani. Beberapa asatidz, ibu-ibu dapur yang
biasa memadak di dapur Madani, serta beberapa santri Madani terlihat begitu
sibuk mengemas makanan yang jumlahnya cukup banyak.
Satu
persatu makanan dikemas dimasukan ke dalam kantong plastik. Mulai dari kue bolu,
lontong, gorengan, air mineral, juga kurma dimasukan dalam satu plastik. Di sudut
lain, ada yang sedang mempersiapkan es campur dan peralatan yang lain yang akan
dibawa.
Hari
itu merupakan jadwal pelaksaan program berbagi ta’jil, salah satu agenda
tahunan di bulan Ramadan yang biasa dilakukan oleh Yayasan Madani Mental Health
Care (MMHC) selain agenda tarawihkeliling (tarling), buka bersama di rumah santri, pesantren kilat, sahur on the road, dan yang lainnya.
Kamis, 30 Juni 2016
Sanlat Lingkungan Madani 2016, “Ceria Senyum Bahagia”


rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.com
– Madani Mental Health Care adalah sarana rehabilitasi korban penyalahgunaan
narkoba dan penderita skizofenia yang menggunakan pembinaan berbasis masyarakat
(community based) dengan pendekatanbio, psiko, sosial, dan spiritual (BPSS) metode Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari,
Psikiater.
Seiring
berjalannya waktu Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care terus
mengembangkan sayapnya dengan dasar agar lembaga ini dapat bermanfaat bagi
masyarakat yang lebih luas.
Sebagimana
motto Madani, “Seiring usaha dan doa untuk menggapai kebahagian dunia dan
akhirat dengan ridho Allah SWT”, maka banyak bidang lain yang dikembangkan. Di antaranya,
meliputi bidang sosial, keagamaan, kemanusiaan, serta pendidikan.
Jumat, 17 Juni 2016
Menyikapi Perubahan dan Penyimpangan Mental dan Perilaku Anak (Bagian III)
Oleh: Agus Raharja
Baik,
saya akan membatu mencari tahu cara yang paling mudah untuk mengetahui bahwa kita
benar-benar mengenali anak kita, ini sangat
mudah, perhatikanlah setiap sikap dan respon anak kita terhadap kita.
Apabila
ia mampu menerima arahan kita dengan tulus, bersedia bertukar pikiran/sharing dengan kita, kemungkinan besar kita
benar–benar mengenali anak kita. Bukan “merasa”
mengenali anak kita.
Untuk
membantu memudahkan penerimaan anak kita terhadap kita, alangkah baiknya setiap
ia melakukan hal yang baik maupun buruk kita harus meresponnya dengan tepat.
Saat
ia melakukan kesalahan, ingatlah kembali bahwa ia adalah manusia, manusia biasa
yang tidak luput dari kesalahan, Kita sering melakukan kesalahan dalam hal ini,
penggunaan kata seperti “kamu salah,
jangan diulangi lagi”. Sebaiknya kita
tidak menghakiminya saat ia salah dengan perkataan dan tindakan yang
mediskriminasikannya, karena itu akan semakin menguatkan perubahan negatifnya.
Sabtu, 04 Juni 2016
PARENTAINMENT "Menjadi Orang Tua Cerdas"
![]() |
| Foto: Gyn |
Dibawakan
dengan menarik dan atraktif oleh Trainer Madani Training Centre
(MTC), Ginanjar Maulana F. SSI. Lelaki yang lebih akrab dipanggil Kang Gyn itu
mengajak para peserta seminar untuk menerapkan kesadaran orang tua akan pola
asuh baik secara psikologis maupun tuntunan Rasulullah SAW agar lebih menyentuh
hati anak.
Dalam
kesempatan tersebut ia juga menjelaskan tentang berbagai potensi anak. Tidak
ada anak bodoh. Semua anak cerdas. Howard Garner dalam teori "multiple intelligence"-nya
menjelaskan pentingnya orang tua menggali kecerdasan setiap anak. Berbagai
ragam kecerdasan seperti kinestetik, musikal, spasial, dan lain-lain. Yang
dibutuhkan anak adalah dukungan dan perhatian orang tua pada setiap minat dan
bakat mereka.
Minggu, 22 Mei 2016
Bisnis Miras
rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id
– Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada 2003 telah memasukkan Miras
(Minuman Keras) ke dalam golongan narkoba/narkotika. Namun, pada rezim
pemerintahan yang sedang berkuasa saat ini, malah melegalkannya.
Maka
bukanlah sebuah perkara yang mengherankan jika saat ini konsumsi miras semakin
menjadi-jadi dan usaha penyelundupan miras ilegal dan menjamurnya pabrik miras,
baik skala rumahan atau besar-besaran semakin sulit untuk dikontrol.
Keberadaan
miras yang semakin mudah didapat dan bisa dibeli dengan harga yang terjangkau,
membuat miras bisa dijangkau siapa saja. Bahkan oleh generasi muda kita.
Jadilah pemuda kita generasi yang teler alias tidak waras.
Langganan:
Postingan (Atom)



