Rabu, 14 Juni 2017
Sabtu, 03 Juni 2017
Belajar Islam Lewat Ilmu Alam
(Reportase
Ke-2, Pesantren Ramadhan Bersama Habib Fuad Salim, LC. di SMK Bistek, Bekasi, 3
Juni 2017)
rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id
– Rupanya Rosulullah menangis karena membaca al Quran, Surat Ali Imran, Ayat
190-191, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (190).
(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia, maka periharalah kami dari siksa neraka.’(191)”.
Sungguh
Islam mengajarkan kepada kita untuk menjadi peneliti alam semesta. Maka semua
ilmu yang terkait dengan pengetahuan mengenai alam adalah ilmu agama bukan
sebagai ilmu yang terpisah dari kaitan agama sebagaimana yang dipahami oleh
orang zaman sekarang.
Betapa
Rosulullah tidak bersedih hingga beliau menangis membayangkan umatnya di akhir
zaman yang tidak lagi berdiri, duduk, dan berbaring sambil mengagumi dan
mempelajari terhadap segala ciptaan Allah yang ada di alam ini.
Selasa, 30 Mei 2017
Usai Silaturahmi, Lanjut Rapat di Madani
(Catatan
6 Silaturahmi Madani ke Prof. Dadang Hawari, Jakarta, 27 Mei 2017 - Selesai)
rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id
– Untuk memperkaya obrolan pagi bareng Prof. Dadang Hawari, Usdar menambahkan
bahwa sebenarnya untuk menyikapi orang kafir ini tidak terlalu sulit karena dia
sudah jelas, kafir. Ingkar kepada Tuhan.
Yang agak repot, susah, dan complicated adalah menghadapi orang yang munafik. Orang yang mengaku Islam tapi di belakang kita dia malah memberikan dukungan kepada orang kafir. Ini dapat kita rasakan akhir-akhir ini.
Al
Quran adalah undang-undang atau aturan yang datang langsung dari Tuhan. Jangan
dibanding-bandingin dengan undang-undangan buatan manusia seperti KUHAP atau
Pancasila. Kalau dibandingin iya pasti kalah buatan manusia sama yang buatan
Tuhan. Lah, manusia sendiri juga kan buatan Tuhan juga.
Prof.
Dadang Hawari sangat berharap buku terbaru beliau menjadi sebuah kajian selama
bulan Ramadhan di Madani.
Senin, 29 Mei 2017
“Kajian Puasa” Mengenai Kebangkitan dari Kematian Bersama Prof. Dadang Hawari
(Catatan
2 Silaturahmi Madani ke Prof. Dadang Hawari, Jakarta, 27 Mei 2017)
rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id
– Selain mengobrol mengenai perkembangan Madani terkini, Prof. Dr. dr. H.
Dadang Hawari, Psikiater juga mengajak para pengurus Madani yang hadir pagi ini
untuk “Kajian Puasa”.
Pengkajian puasa kali ini diwujudkan dengan pembahasan buku terbaru Prof. Dadang Hawari yang berjudul, “Kehidupan Sesudah Kebangkitan dari Kematian”. Buku ini merupakan pengembangan dari buku beliau sebelumnya yang berjudul “Hidup Sesudah Mati” yang membahas kematian akibat perang dan lain sebagainya.
Sedangkan
dalam buku terbaru beliau ini kematian dibahas berdasarkan dalil al Quran dan
al Hadits yang dilengkapi dengan teks arab, teks latin, dan terjemahan. Sampul
depan bergambarkan ilustrasi surga dan sampul belakangnya bergambar ilustrasi
neraka.
Prof.
Dadang Hawari menjelaskan bahwa motif penulisan buku beliau yang terbaru ini
karena kebanyakan orang saat ini lupa bahwa suatu hari nanti dia akan mati akibat
terlalu asyik dengan berbagai kenikmatan dunia.
Orang
baik atau orang jahat semua akan mati. Lalu, ke manakah kita setelah mati? Ada
sebagian orang yang menganggap bahwa kematian adalah akhir dari segalanya.
Padahal al Quran jelas menerangkan kepada manusia bahwa, “Tidak ada kematian
selain kematian di dunia ini”. ~ad Dukhon: 35. “Dan, Yang akan Mematikan aku
kemudian akan menghidupkan aku (kembali)”. ~asy Syu`aro: 81.
Selasa, 23 Mei 2017
Senin, 22 Mei 2017
Delapan Prinsip Dasar Asesmen
(Catatan Ke-4 Pelatihan Asesmen Konselor Madani bersama UGin di Studio
Madani, Selasa, 9 Mei 2017)
rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id
– Prinsip-prinsip dasar asesmen itu ada delapan, yaitu:
1. Penerimaan (Acceptance)
Pastikan
terlebih dahulu klien menerima proses asesmen yang akan kita lakukan. Jangan
langsung mempersilahkan klien untuk duduk lalu melakukan asesmen. Ditanya
terlebih dahulu, apakah klien akan menerima proses asesmen yang akan kita
lakukan.
Klien juga
dipersilahkan untuk tidak menjawab atas pertanyaan yang kita berikan jika klien
menolak untuk menjawab pertanyaan tersebut. Beri tanda 0 (nol) jika klien
menolak sebuah pertanyaan yang kita berikan. Angka-angka tersebut tetap akan
berguna dalam pengambilan kesimpulan.
2. Kerahasiaan (Confidentiality)
Ini yang
sering dilanggar oleh banyak petugas asesmen yang mana pun. Kerahasiaan si
klien hanya boleh dibuka untuk kepentingan klinis dia. Kerahasiaan ini harus
dibangun sejak awal asesmen. Kita harus sampaikan bahwa semua rahasia yang
dimiliki klien akan kita jaga seutuhnya.
3. Individualisasi
Tidak mungkin
asesmen terhadap klien A sama dengan klien B. Setiap klien memiliki keunikan
dan masalah yang berbeda-beda sehingga dalam penanganannya harus diperlakukan
sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.
Jumat, 19 Mei 2017
Langganan:
Postingan (Atom)

















