Sabtu, 03 Juni 2017

Belajar Islam Lewat Ilmu Alam



(Reportase Ke-2, Pesantren Ramadhan Bersama Habib Fuad Salim, LC. di SMK Bistek, Bekasi, 3 Juni 2017)

rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id – Rupanya Rosulullah menangis karena membaca al Quran, Surat Ali Imran, Ayat 190-191, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (190).


(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia, maka periharalah kami dari siksa neraka.’(191)”.


Sungguh Islam mengajarkan kepada kita untuk menjadi peneliti alam semesta. Maka semua ilmu yang terkait dengan pengetahuan mengenai alam adalah ilmu agama bukan sebagai ilmu yang terpisah dari kaitan agama sebagaimana yang dipahami oleh orang zaman sekarang.

Betapa Rosulullah tidak bersedih hingga beliau menangis membayangkan umatnya di akhir zaman yang tidak lagi berdiri, duduk, dan berbaring sambil mengagumi dan mempelajari terhadap segala ciptaan Allah yang ada di alam ini.

Selasa, 30 Mei 2017

Usai Silaturahmi, Lanjut Rapat di Madani



(Catatan 6 Silaturahmi Madani ke Prof. Dadang Hawari, Jakarta, 27 Mei 2017 - Selesai)

rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id – Untuk memperkaya obrolan pagi bareng Prof. Dadang Hawari, Usdar menambahkan bahwa sebenarnya untuk menyikapi orang kafir ini tidak terlalu sulit karena dia sudah jelas, kafir. Ingkar kepada Tuhan.


Yang agak repot, susah, dan complicated adalah menghadapi orang yang munafik. Orang yang mengaku Islam tapi di belakang kita dia malah memberikan dukungan kepada orang kafir. Ini dapat kita rasakan akhir-akhir ini.


Al Quran adalah undang-undang atau aturan yang datang langsung dari Tuhan. Jangan dibanding-bandingin dengan undang-undangan buatan manusia seperti KUHAP atau Pancasila. Kalau dibandingin iya pasti kalah buatan manusia sama yang buatan Tuhan. Lah, manusia sendiri juga kan buatan Tuhan juga.

Prof. Dadang Hawari sangat berharap buku terbaru beliau menjadi sebuah kajian selama bulan Ramadhan di Madani.

Senin, 29 Mei 2017

“Kajian Puasa” Mengenai Kebangkitan dari Kematian Bersama Prof. Dadang Hawari



(Catatan 2 Silaturahmi Madani ke Prof. Dadang Hawari, Jakarta, 27 Mei 2017)

rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id – Selain mengobrol mengenai perkembangan Madani terkini, Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater juga mengajak para pengurus Madani yang hadir pagi ini untuk “Kajian Puasa”.


Pengkajian puasa kali ini diwujudkan dengan pembahasan buku terbaru Prof. Dadang Hawari yang berjudul, “Kehidupan Sesudah Kebangkitan dari Kematian”. Buku ini merupakan pengembangan dari buku beliau sebelumnya yang berjudul “Hidup Sesudah Mati” yang membahas kematian akibat perang dan lain sebagainya.


Sedangkan dalam buku terbaru beliau ini kematian dibahas berdasarkan dalil al Quran dan al Hadits yang dilengkapi dengan teks arab, teks latin, dan terjemahan. Sampul depan bergambarkan ilustrasi surga dan sampul belakangnya bergambar ilustrasi neraka.

Prof. Dadang Hawari menjelaskan bahwa motif penulisan buku beliau yang terbaru ini karena kebanyakan orang saat ini lupa bahwa suatu hari nanti dia akan mati akibat terlalu asyik dengan berbagai kenikmatan dunia.

Orang baik atau orang jahat semua akan mati. Lalu, ke manakah kita setelah mati? Ada sebagian orang yang menganggap bahwa kematian adalah akhir dari segalanya. Padahal al Quran jelas menerangkan kepada manusia bahwa, “Tidak ada kematian selain kematian di dunia ini”. ~ad Dukhon: 35. “Dan, Yang akan Mematikan aku kemudian akan menghidupkan aku (kembali)”. ~asy Syu`aro: 81.

Senin, 22 Mei 2017

Delapan Prinsip Dasar Asesmen


(Catatan Ke-4 Pelatihan Asesmen Konselor Madani bersama UGin di Studio Madani, Selasa, 9 Mei 2017)

rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id – Prinsip-prinsip dasar asesmen itu ada delapan, yaitu:
1. Penerimaan (Acceptance)
Pastikan terlebih dahulu klien menerima proses asesmen yang akan kita lakukan. Jangan langsung mempersilahkan klien untuk duduk lalu melakukan asesmen. Ditanya terlebih dahulu, apakah klien akan menerima proses asesmen yang akan kita lakukan.

Klien juga dipersilahkan untuk tidak menjawab atas pertanyaan yang kita berikan jika klien menolak untuk menjawab pertanyaan tersebut. Beri tanda 0 (nol) jika klien menolak sebuah pertanyaan yang kita berikan. Angka-angka tersebut tetap akan berguna dalam pengambilan kesimpulan.

2. Kerahasiaan (Confidentiality)
Ini yang sering dilanggar oleh banyak petugas asesmen yang mana pun. Kerahasiaan si klien hanya boleh dibuka untuk kepentingan klinis dia. Kerahasiaan ini harus dibangun sejak awal asesmen. Kita harus sampaikan bahwa semua rahasia yang dimiliki klien akan kita jaga seutuhnya.

3. Individualisasi
Tidak mungkin asesmen terhadap klien A sama dengan klien B. Setiap klien memiliki keunikan dan masalah yang berbeda-beda sehingga dalam penanganannya harus diperlakukan sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.