Istirahat sejenak setelah Madani Peduli utk menikmati pemandangan alam Desa Nungherang, Bogor.
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Oktober 2016
Senin, 19 September 2016
Surat Seorang Kepsek di Singapura ke Ortu Murid
Kepada
Para Orangtua, ujian anak Anda akan dimulai sebentar lagi. Saya tahu Anda cemas
dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya. Tapi, mohon diingat, di
tengah-tengah para pelajar yang akan menjalani ujian itu, ada calon seniman,
yang tidak perlu mengerti Matematika.
Ada
calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra. Ada calon
musisi, yang nilai Kimia-nya tak akan berarti. Ada calon olahragawan, yang
lebih mementingkan fisik daripada Fisika di sekolah.
Ada
calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan
dari sekolah ini. Sekiranya anak Anda lulus menjadi yang teratas, hebat! Tapi
bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka.
Selasa, 23 Agustus 2016
Pelajaran dari Seorang Anak Bule
Solo,
Bandara Adisumarno
Delay, adalah
sebuah hal mengesalkan tapi menjadi terbiasakan bagi penumpang pesawat apapun
di Indonesia, terutama salah satu maskapai yang punya motto "Make People Fly",
manusia Indonesia yang diberi kesempatan atau sering menggunakan maskapai
tersebut sangat paham dengan keterlambatan pesawatnya, jangan tanya berapa kali
berita penumpang marah dan ngamuk di media massa. Sering!
Tapi,
rupanya ini sedikit menular ke maskapai paling bagus di Indonesia yang yang
katanya "Sky Priority", sepertinya ketularan dikit, maklum di Indonesia
susah dihindari masalah tular-menular ini, karena vaksinnya aja palsu.#ehh
Gampang
kalau sakit, pake BPJS aja, Indonesia gitu loh. "Mas , BPJS-nya palsu juga
katanya." #nahh
Jumat, 17 Juni 2016
Menyikapi Perubahan dan Penyimpangan Mental dan Perilaku Anak (Bagian III)
Oleh: Agus Raharja
Baik,
saya akan membatu mencari tahu cara yang paling mudah untuk mengetahui bahwa kita
benar-benar mengenali anak kita, ini sangat
mudah, perhatikanlah setiap sikap dan respon anak kita terhadap kita.
Apabila
ia mampu menerima arahan kita dengan tulus, bersedia bertukar pikiran/sharing dengan kita, kemungkinan besar kita
benar–benar mengenali anak kita. Bukan “merasa”
mengenali anak kita.
Untuk
membantu memudahkan penerimaan anak kita terhadap kita, alangkah baiknya setiap
ia melakukan hal yang baik maupun buruk kita harus meresponnya dengan tepat.
Saat
ia melakukan kesalahan, ingatlah kembali bahwa ia adalah manusia, manusia biasa
yang tidak luput dari kesalahan, Kita sering melakukan kesalahan dalam hal ini,
penggunaan kata seperti “kamu salah,
jangan diulangi lagi”. Sebaiknya kita
tidak menghakiminya saat ia salah dengan perkataan dan tindakan yang
mediskriminasikannya, karena itu akan semakin menguatkan perubahan negatifnya.
Langganan:
Postingan (Atom)






