Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2016

Pelajaran dari Seorang Anak Bule

24 Agustus 2016

Solo, Bandara Adisumarno

Delay, adalah sebuah hal mengesalkan tapi menjadi terbiasakan bagi penumpang pesawat apapun di Indonesia, terutama salah satu maskapai yang punya motto "Make People Fly", manusia Indonesia yang diberi kesempatan atau sering menggunakan maskapai tersebut sangat paham dengan keterlambatan pesawatnya, jangan tanya berapa kali berita penumpang marah dan ngamuk di media massa. Sering!

Tapi, rupanya ini sedikit menular ke maskapai paling bagus di Indonesia yang yang katanya "Sky Priority", sepertinya ketularan dikit, maklum di Indonesia susah dihindari masalah tular-menular ini, karena vaksinnya aja palsu.#ehh

Gampang kalau sakit, pake BPJS aja, Indonesia gitu loh. "Mas , BPJS-nya palsu juga katanya." #nahh

Senin, 08 Agustus 2016

Panti Rehabilitasi Itu Bernama Keluarga

rehabilitasipecandunarkoba.blogspot.co.id – Dengan dilakukannya terapi keluarga ini diharapkan dapat digali dan dieksplorasi seberapa jauhkan hubungan sebuah keluarga inti (anak, ibu, dan ayah), bagaimana cara/metode kedua orang tua mendidik anak-anak mereka, dan yang lebih penting lagi apakah hubungan yang terjadi dalam keluarga adalah hubungan yang harmonis atau penuh dengan konflik dan pertengkaran.

Meskipun para pecandu miras dan narkoba telah menjalani terapi rehabilitasi medik, tak jarang perilaku maladaptif tadi belum juga kunjung lenyap.

Para pecandu miras dan narkoba sering kembali mengalami hasrat untuk kembali mengonsumsi miras atau narkoba lagi atau disebut dengan istilah sugesti (craving).

Selain itu, perasaan cemas, depresi, sampai keluhan susah tidur di malam hari (insomnia) merupakan beberapa hal yang kerap mereka alami.

Jumat, 17 Juni 2016

Menyikapi Perubahan dan Penyimpangan Mental dan Perilaku Anak (Bagian III)

(Parenting)

Oleh: Agus Raharja

Baik, saya akan membatu mencari tahu cara yang paling mudah untuk mengetahui bahwa kita benar-benar mengenali anak kita, ini sangat mudah, perhatikanlah setiap sikap dan respon anak kita terhadap kita.

Apabila ia mampu menerima arahan kita dengan tulus, bersedia bertukar pikiran/sharing dengan kita, kemungkinan besar kita benar–benar mengenali anak kita. Bukan “merasa” mengenali anak kita.

Untuk membantu memudahkan penerimaan anak kita terhadap kita, alangkah baiknya setiap ia melakukan hal yang baik maupun buruk kita harus meresponnya dengan tepat.

Saat ia melakukan kesalahan, ingatlah kembali bahwa ia adalah manusia, manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, Kita sering melakukan kesalahan dalam hal ini, penggunaan kata seperti “kamu salah, jangan diulangi lagi”.  Sebaiknya kita tidak menghakiminya saat ia salah dengan perkataan dan tindakan yang mediskriminasikannya, karena itu akan semakin menguatkan perubahan negatifnya.